Detail Berita

7 Ciri Arsitektur Rumah Minimalis

Admin 28/06/2018

 Apa itu arsitektur rumah minimalis? Pada desain interior, interior minimalis bisa dibilang sebagai tipe desain yang sangat mengutamakan fungsi. Makanya, desain interior minimalis biasa menggunakan elemen tanpa dekorasi. Misalnya saja kaca besar tanpa dekorasi untuk mempermudah cahaya alami masuk ke dalam ruangan.

1. Arsitektur rumah minimalis biasanya berbentuk geometris tanpa dekorasi Kesederhanaan arsitektur rumah minimalis juga bisa dilihat dari keseluruhan bentuk bangunan. Jika dilihat dari luar, rumah minimalis memiliki bentuk geometris seperti persegi panjang atau kubus. Atapnya juga tidak berbentuk segitiga, melainkan datar.

2. Memiliki ruang terbuka dan fokus pada fungsi Pada umumnya, arsitektur rumah minimalis memiliki tata letak yang sangat sederhana dan efisien. Denah lantai biasanya terbuka tanpa ada dinding penyekat antar ruangan dan area penyimpanannya pun sederhana.

Furnitur yang digunakan juga sangat sederhana dan apa adanya. Misalnya untuk sebuah ruang keluarga hanya ada sofa, meja kopi, dan mungkin sebuah rak pajangan. Bentuknya pun tidak rumit dengan banyak dekorasi, karena arsitektur rumah minimalis mengutamakan fungsi.   Ruang-ruang dalam arsitektur rumah minimalis cenderung terbuka, minimnya furnitur minimalis yang digunakan membuat ruangan terlihat besar, meskipun luasan lahannya sendiri tergolong sempit. Tidak heran kalau arsitektur rumah minimalis ini sangat digemari sebagai gaya hunian di pusat kota.

3. Arsitektur rumah minimalis menggunakan material bangunan sederhana dengan hasil maksimal Arsitektur rumah minimalis dikenal selalu menggunakan material bangunan yang sederhana mudah ditemukan. Biasanya, jenis batu bata digunakan untuk membangun dinding. Kayu atau keramik digunakai sebagai bahan dari desain lantai pada rumah. Beberapa rumah juga ada yang menggunakan material bangunan lain seperti kaca, beton, dan baja. Material bangunan yang tidak rumit ini justru akan memberikan daya tarik tersendiri sekaligus menonjolkan sifat dari material bangunan tersebut.

4. Minim pembatas dan sekat ruangan Ruang-ruang di dalam arsitektur rumah minimalis biasanya tidak memiliki dinding pembatas. Misalnya antara dapur dan ruang makan atau antara ruang makan dan ruang keluarga. Tapi, ruang-ruang yang sifatnya pribadi tetap memiliki dinding pembatas, misalnya kamar tidur dan kamar mandi. Ruang-ruang di atas tadi biasanya hanya dipisahkan menggunakan partisi seperti rak atau meja. Tanpa adanya dinding pembatas, bagian dalam rumah akan terlihat lebih luas, nyaman, dan terang.

5. Arsitektur rumah minimalis didominasi warna putih, hitam, dan abu-abu Putih, hitam, dan abu-abu adalah 3 warna yang paling sering mendominasi arsitektur rumah minimalis. Warna monokrom ini membuat rumah minimalis terlihat sederhana, bersih, namun tetap elegan. Meski ada yang menggunakan warna selain 3 warna tadi, biasanya hanya sebagai aksen pemanis interior agar tidak terlihat monoton.

6. Memaksimalkan pencahayaan dalam rumah Arsitektur rumah minimalis tidak memiliki bentuk bangunan yang kompleks dan ukiran yang rumit, tapi kesederhanaan ini malah menambah daya tarik dari arsitektur rumah minimalis. Rahasia di balik penampilan ini adalah perencanaan desain yang hati-hati sehingga banyak cahaya alami masuk ke dalam rumah sebagai output-nya.

7. Arsitektur rumah minimalis dilengkapi dengan taman yang minimalis juga Tidak hanya rumahnya saja yang sederhana, tetapi juga tamannya. Kebanyakan arsitektur rumah minimalis menempati lahan yang terbatas. Agar seimbang dengan luasan rumah, taman rumah minimalis biasanya tidak memiliki pohon berukuran besar. Hal ini juga dilakukan karena nggak sedikit taman minimalis  yang berukuran kecil.