Detail Berita

Tingkatkan Profesionalitas, A&A Indonesia Kantongi SIU-P4

Admin 16/05/2018

   Sejak berlakunya Permendag nomor 51/M-DAG/PER/7/2017, Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) terus mendorong anggotanya memiliki sertifikat/lisensi dan Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (SIU-P4). Hal ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No.33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, setiap perusahaan broker properti harus memiliki SIU-P4. SIU-P4 dikeluarkan oleh Direktur Bina Usaha Dan Pendaftaran Perusahaan Kemendag dan setiap lima tahun SIU-P4 harus didaftarkan ulang.

Kantor Broker yang tidak mematuhi aturan tersebut, akan dikenakan sanksi pidana yaitu penjara paling lama empat tahun atau denda Rp 10 miliar. Dasar hukum sanksi ini adalah pasal 106 Undang-undang nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. SIU-P4 juga merupakan langkah pemerintah untuk melakukan proteksi terhadap tenaga professional broker properti Indonesia terhadap banyaknya broker properti asing yang masuk ke Indonesia seiring dengan berlakunya era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Hal ini ditanggapi cepat oleh A&A Indonesia yang saat ini gencar melebarkan sayap dan turut meramaikan pasar properti Indonesia. A&A Indonesia kini telah mengantongi SIU-P4 untuk meningkatkan profesionalisme sebagai broker properti. Sadar akan pentingnya peningkatan profesionalisme, A&A Indonesia bertekad untuk selalu memberikan layanan kepada konsumen pengguna jasa broker dengan lebih baik.

Selain harus mengantongi SIU-P4 untuk setiap kantor broker, broker secara individu juga harus mempunyai sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Berdasarkan hal itu, A&A juga terus mendorong setiap broker yang bergabung dalam naungan A&A Indonesia untuk segera mempunyai sertifikat dari LSP, serta terus berperan aktif dalam merekrut broker-broker tradisional agar bergabung menjadi broker professional sesuai dengan kententuan yang diatur oleh pemerintah.